Jumat, Oktober 15Online Media & Multimedia Design

MQTT PROTOCOL | iOT Basic

Ada banyak macam protokol yang digunakan untuk komunikasi, yang umum kita dengar biasanya ada TCP, UDP, FTP, ICMP, HTTP, Protokol COAP, yang mana setiap protokol memiliki fungsi, teknologi, logikal dan tujuan yang berbeda beda pula.

pada saat membahas Internet Of Things, yang lebih terstruktural dan komprehensif, anda akan dikenalkan dengan protokol MQTT.

Protokol Message Queue Telemetry Transport atau yang di singkat menjadi MQTT, merupakan protokol yang sedari awalnya dirancang khusus untuk komunikasi “machine to machine“.

Yang unik dari protkol MQTT ini, karena ia memiliki kemampuan publish dan subscribe, jadi 2 device dapat saling berkomunikasi meskipun tidak memiliki alamat khusus. baik antara server ataupun dengan device yang lain. normalnya, 2 perangkat yang saling berkomunikasi itu pasti alamat di setiap perangkatnya masing masing, seminimalnya Mac Address. kalo yang paling umum ya IP Address.

Meskipun awalnya MQTT adalah protokol yang bersifat proprietary, namun pada 2010 dirilis dengan lisensi Royalty free, Dan pada tahun 2019 MQTT v5.0 menjadi official OASIS standard.

Protokol MQTT ini sangat mendukung untuk jaringan WAN, karena WAN mencakup area yang luas. Protokol MQTT mempunyai kelebihan yaitu dapat bekerja dengan energi dan media penyimpanan yang minimum.

Perbandingan Protokol MQTT dan Protokol HTTP
Pada Protokol MQTT bersifat datasentris, sedangkan Protokol HTTP bersifat dokumensentris.

HTTP yang mana merupakan protokol request-response untuk kebutuhan komputerisasi klien server yang tidak optimal untuk perangkat mobile(device IoT).

MQTT mengirim data sebagai byte array, yang mana ini menjadi kelebihan Kelebihan Protokol MQTT karna kecilnya data yang dikirimkan. Pada saat Protokol MQTT di uji dengan jaringan 3G, Protokol MQTT 93 kali lebih cepat daripada HTTP.

Disamping itu dibandingkan dengan HTTP, MQTT memastikan kemampuan pengiriman lebih tinggi. Ada 3 level Quality of Service (QoS)

Protokol MQTT juga menyediakan pilihan penggunaan dengan opsi Last will & Testament dan Retained Messages.

dengan menggunaan MQTT, Maker dapat mengoptimasi pertukaran data pada sistem IoT agar transfer datanya bisa dilakukan seefisien mungkin, yaitu dengan :

  • Menekan ukuran paket data agar menjadi sekecil mungkin
  • Meminimalisir proses komputasi untuk encoding dan decoding dari paket data.
  • Meminimalisir penggunaan ruang penyimpanan.

Sumber : https://www.initialboard.com/apa-itu-prokol-mqtt

Download MQTT :

https://mqtt.org/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *